Bagi Sahabat yang ingin mengirimkan artikel silahkan kirim ke alamat: pc.pmiikukar@gmail.com

Wednesday, June 14, 2017

Ekonomi Kerakyatan Untuk Kesejahteraan Masyarakat Kutai Kartanegara

Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi sebuah wacana baru yang sangat menjadi perhatian manakala kini Indonesia diberikan sebuah tantangan dalam menghadapi momentum besar ini. Masuknya pihak asing secara bebas di bumi Indonesia dapat menjadi sebuah pertanda positif dan negatif. Kini Indonesia mulai merasakan dampaknya hingga jatuhnya nilai tukar rupiah. Akibat hal tersebut, banyak para konsumen mengeluhkan mahalnya harga barang di Indonesia. Para pelaku industri pun tentu melakukan effisiensi dalam produksi produk lalu menekan harga jual sehingga dapat menurunkan daya beli masyarakat. Efek ini sangat berdampak dominan dan semakin terasa bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah. Tentu menjadi sebuah catatan penting era MEA kini menjajah Indonesia secara perlahan.
Sumber daya alam Indonesia yang memikat selalu menjadi perbincangan investor luar negeri. Bahkan fakta membuktikan untuk wilayah Kutai Kartanegara itu sendiri dunia pertambangan dan migas merupakan lahan utama yang membuat asing tergiur. Kutai Kartanegara pernah menjadi “cap” sebuah kabupaten yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar di bumi Kalimantan Timur. Bagaimana tidak? Selama kurun waktu 2007–2010, penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar untuk Provinsi Kalimantan Timur adalah Kutai Kartanegara, Bontang, Kutai Timur, Balikpapan, dan Samarinda. Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan penyumbang PDRB Kaltim tertinggi dengan rata-rata mencapai 33,88%. Maka, Kutai Kartanegara begitu penting bagi perekonomian Provinsi Kalimantan Timur. Namun, kini Kutai Kartanegara mengalami penurunan yang cukup drastis dari sisi ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Kartanegara untuk tahun 2010-2015 menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kutai Kartanegara melambat bahkan menurun dari semula pada tahun 2011 sebesar 1,52 persen menjadi -7,64 persen di tahun 2015. Kutai Kartanegara masih sangat bergantung pada potensi sumber daya alam (SDA) yang tidak bisa diperbaharui. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh produksi pertambangan yang menurun. Data Dinas Pertambangan Kutai Kartanegara menyebutkan total produksi batubara menurun sebesar 23,3 persen dari tahun sebelumnya sehingga tahun 2015 hanya mencapai 60,77 juta ton. Sebab, komoditi batubara mengalami penurunan di pasar global.
Kutai Kartanegara kini harus mencari solusi terbaik untuk menopang perekonomian daerah sehingga tidak lagi bergantung pada sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Ada beberapa hal penting yang dapat dilakukan untuk memperbaiki ekonomi Kutai Kartanegara agar dalam rangka menuju era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Kutai Kartanegara dapat lebih baik secara ekonomi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Beberapa diantaranya yaitu:
1.      Mendorong potensi perikanan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini dilihat dari potensi perairan di Kutai Kartanegara sangat relevan. Data statistik menyebutkan bahwa ada keberadaan pantai sepanjang 187,5 km, perairan laut kurang lebih 1.312,5 km persegi dan perairan umum kurang lebih 79.228,15 ha (danau 19.217 ha, sungai 22.302,15 ha, rawa 37.661 ha, waduk 48 ha) dan embung 175 ha (lahan galian eks batu bara) dan Mina padi (INMINDI).
2.      Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara hendaknya memberikan dukungan kepada perkebunan rakyat berupa fasilitas perawatan dan distribusi pemasaran hasil panen. Sebab, peran perkebunan rakyat misalnya seperti total produksi perkebunan sawit masih cukup kecil yaitu sekitar 14,99 persen dan sisanya 85,01 persen berasal dari perkebunan besar.
3.      Membangun infrastruktur tepat guna untuk menopang distribusi hasil potensi daerah. Hal ini dirasa sangat penting, agar Kutai Kartanegara yang memiliki 18 Kecamatan dan 237 desa/kelurahan saling terhubung dengan baik. Sehingga pola-pola kegiatan ekonomi baik itu produksi, konsumsi bahkan distribusi dapat terlaksana dengan baik. Pemerintah Daerah bersama Dinas terkait lainnya pun akan dengan mudah melihat realitas ekonomi secara langsung ditengah-tengah masyarakat Kutai Kartanegara. Agar setiap permasalahan ekonomi masyarakat dapat terkontrol sehingga terarah dengan baik untuk kemajuan daerah Kutai Kartanegara.

Kutai Kartanegara harus menerapkan ekonomi kerakyatan sebagai sebuah solusi memajukan ekonomi, dimana setiap pelaksanaan kegiatan, pengawasannya dan hasil kegiatan ekonomi dapat dinikmati oleh masyarakat. Setiap kegiatan ekonomi tentu membutuhkan kebijakan yang tepat agar dapat dikelola dengan baik. Peran segala pihak sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat Kutai Kartanegara. Saat ini pola pikir tentang ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui harus ditinggalkan. Dengan mewujudkan ekonomi kerakyatan, Kutai Kartanegara dapat menegaskan jati diri sebagai daerah yang memiliki potensi besar dan berciri khas. Sehingga dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia dapat dikenal karena salah satu daerahnya yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki ekonomi kerakyatan yaitu perikanan dan perkebunan rakyat dengan kualitas yang baik. (am)

Tuesday, March 21, 2017

Keterbukaan Informasi Publik: Nihil!

Sumber: http://korpri.kaltimprov.go.id/wp-content/uploads/2016/09/uu.png
Good Governance adalah tuntutan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dengan syarat adanya transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik. Satu istilah tersebut mewakili makna reformasi menyeluruh baik secara administrasi maupun pembangunan fisik atau non fisik yang dilakukan oleh masing-masing pemerintahan di daerah baik itu Provinsi maupun Kabupaten di Negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi seperti Indonesia ini. Namun faktanya kata ‘Good Governance’ hanya dijadikan sebagai alat dalam agenda pesta demokrasi bahkan jika kita boleh membuat analogi (perbandingan) istilah tersebut menjadi modal besar dalam mempengaruhi masyarakat agar nilai jual suara dalam pemilihan umum atau kepala daerah dapat mendulang keuntungan. Sekali lagi pesta demokrasi tak ubahnya sistem pasar bebas. Saat ini bukan menjadi rahasia umum ketika akses teknologi yang sangat canggih memungkinkan setiap orang dapat mengetahui kejadian dibelahan dunia yang jauh dalam hitungan detik. Sebagai suatu contoh keramaian pemilihan kepala daerah (PILKADA) di DKI Jakarta yang mempertemukan antara tiga pasang calon untuk memperebutkan posisi penting pemegang kebijakan di Ibu Kota Negara Indonesia saja sudah menjadi pusat perhatian seluruh masyarakat diluar daerah DKI Jakarta. Padahal jika dilihat dari hak suara, setiap orang yang tidak tercatat sebagai warga DKI Jakarta tentu tidak bisa menyumbangkan suaranya dalam pesta demokrasi tersebut. Namun akibat pengaruh informasi yang luas, memungkinkan setiap orang dapat berkomentar dengan adanya PILKADA tersebut.
            Sejalan dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) maka pemerintah diamanatkan untuk membuka informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan kepada masyarakat. Sangat disayangkan, keterbukaan informasi ini hanya dimaknai sebagai sebuah aturan yang digunakan hanya untuk menggugurkan kewajiban untuk mematuhi aturan. Misalnya, pelaksanaan PILKADA terkadang yang menjadi sorotan hanya tentang isu program pembangunan dan janji-janji politik saja. Sehingga cukup di beritakan melalui media cetak, online dan televisi terkait debat kandidat maka pelaksanaan PILKADA sudah dianggap terbuka untuk umum.  sehingga anggaran pelaksanaan yang menyangkut keuangan  terhadap  pelaksanaan PILKADA itu sendiri seolah terlupakan. Padahal nilai anggaran pelaksanaan pesta demokrasi semacam itu patut untuk di informasikan kepada publik agar masyarakat tersadarkan akan nilai-nilai demokrasi bangsa Indonesia bukan hal yang sembarangan. Begitu pula yang terjadi dengan pelaksanaan pembangunan di daerah. Kita melihat masih banyak saja daerah yang belum memanfaatkan akses internet untuk mempublikasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) nya masing-masing. Banyak masyarakat yang menginginkan keterbukaan tentang APBD agar mampu mengawasi secara langsung pembangunan yang dilakukan, namun dokumen APBD menjadi barang ‘ghaib’ yang sulit untuk diketahui. Dokumen APBD merupakan suatu barang yang sangat penting karen disana memuat daftar pembangunan daerah yang menjadi prioritas sebagai ciri khas suatu wilayah.
            Setiap daerah memiliki website khusus terkait informasi daerah masing-masing. Sebenarnya pemerintah daerah bisa menggunakan website tersebut untuk mengunggah dokumen APBD. Namun sangat jarang sekali kita menemukan daerah yang dengan bijaksana berani melakukan hal tersebut. Hanya pencitraan tertentu saja yang diberitakan namun bukan itu yang sejatinya dibutuhkan mayarakat.  Padahal sudah ada tim tertentu yang diberi tanggung jawab untuk melakukan publikasi yaitu oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Pejabat PPID bertanggung jawab pada penyimpanan, pendokumentasian, penyedian, dan/atau pelayanan informasi. Akhirnya Keterbukaan Informasi Publik menjadi tidak ada artinya bagi masyarakat, peran dan pengawasan yang seharusnya dilakukan menjadi tidak ada sama sekali. Bahkan tak jarang di daerah tertentu masyarakat seolah bermain tebak-tebakan tentang pembangunan yang terjadi dan berapa anggaran yang dihabiskan untuk menyelesaikan sebuah proyek pembangunan tertentu. Keterbukaan Informasi Publik seharusnya menjadi semangat demokrasi yang menyadarkan namun kenyataannya adalah nihil (baca: kosong).



Saturday, February 25, 2017

Duet LAKPESDAM NU dan PC. PMII Kukar Bangun SDM Berkualitas

Siapa yang tidak mengenal Indonesia, sebuah negara yang seringkali disebut dengan negara kepulauan memang menyimpan banyak kekayaan. Kekayaan tersebut meliputi, kekayaan sumber daya alam (SDA), kebudayaan bangsa, suku bahkan agama. Oleh sebab itu Indonesia sudah seperti miniatur surga yang indah dengan keberagaman.Begitu pula jika melihat pada sebuah kabupaten yang menjadi salah satu lumbung SDA yaitu Kutai Kartanegara. Saat ini Kutai Kartanegara tidak bisa lagi mengandalkan SDA yang tidak bisa diperbaharui seperti halnya tambang batu bara, minyak dan gas bumi. Seiring waktu ketergantungan kepada SDA tersebut akan luntur dan daerah akan kehilangan apa yang menjadi sumber pendapatannya hari ini. Ada pun sumber daya yang perlu kita jaga dalam rangka pembangunan berkelanjutan yang baik di masa depan yaitu sumber daya manusia (SDM). Sebab, manusia merupakan subjek (pelaku) yang tepat untuk melakukan langkah perubahan yang nyata dengan kualitas kemampuan dirinya. Tepatnya 24 Februari 2017 bertempat di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kutai Kartanegara di Tenggarong Seberang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) serta PC. PMII Kutai Kartanegara mengadakan pelatihan pengembangan SDM dengan tema "Raih Suksesmu dengan Ajaran Islam Rahmatan lil 'Alamiin". Pelatihan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai perwakilan badan otonom dalam lingkup PC NU Kukar seperti Muslimat, Fatayat, Pergunu, LPBH NU, IPNU-IPPNU dan lain-lain. Hadir pula perwakilan Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKA PMII) Kukar dalam acara tersebut. Perhatian yang begitu penting terhadap keberlangsungan kehidupan bermasyarakat yang damai menjadi tolak ukur acara ini terlaksana. Sebab, melalui pelatihan ini tentu ingin menghasilkan suatu kualitas berupa pemahaman utama bahwa kebutuhan masyarakat Indonesia dalam hal ini Kutai Kartanegara yaitu SDM yang berkualitas yang mampu mengedepankan akhlak sebagai bagian terpenting dari manusia untuk menciptakan perubahan-perubahan. Sehingga kesenjangan sosial, permasalahan antar bangsa dan provokasi yang dilakukan untuk menghancurkan bangsa ini dapat diatasi dengan tenang dan melalui langkah-langkah yang sistematis dan terarah sebagai suatu cerminan teladan kita kepada panutan kita sebagai umat islam yaitu Nabi Muhammad SAW. Sampai pada pengertian tentang rahmat Allah SWT kepada umat manusia tidak akan pernah putus selagi kita tetap menjaga kedamaian bangsa untuk tegaknya ajaran islam yang ramah dan bersahabat. Adapun pelatihan tersebut akan berlangsung sejak tanggal 24-26 Februari 2017.

Friday, January 20, 2017

Relokasi Pasar Tangga Arung Tenggarong Dalam Dilema

Aksi penolokan relokasi pasar Tangga Arung Tenggarong
Ekonomi kerakyatan adalah ekonomi yang membawa kemakmuran dan kesejahteraan yang berkeadilan untuk seluruh rakyat.
(Kwik Kian Gie)
Sejarah bangsa Indonesia, memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah penindasan. Dimulai dari penjarahan era kolonialisasi-imperialisme untuk kepentingan akumulasi kekayaan Borjuasi Hindia-Belanda, sampai era neoliberisme-kapitalisme dengan sekian regulasi yang pada intinya menfasilitasi korporat bermodal besar—nasional maupun internasional—dalam memperkaya diri. Dimana ujungnya rakyat Indonesialah yang menjadi tumbal. Tragisnya, penjarahan itu berbarengan dengan tindakan kekerasan berupa perampasan, pengusiran, pemenjaraan, pembunuhan dst., dengan memanfaatkan peran militer, polisi  satpol pp dan aparatur pemerintah lainnya. Mereka seolah menjadi anjing penjaga kekayaan tuan untuk menghadapi perlawanan rakyat.

Saturday, January 14, 2017

Duo Kartini Muda Warnai RTAR PMII FISIPOL Unikarta

Regenerasi kepemimpinan pada tingkatan PMII Rayon di Universitas Kutai Kartanegara semakin berkembang. Berselang dua hari pasca terpilihnya sahabat Aung Kecil sebagai ketua PMII Rayon FKIP Ki Hajar Dewantara Unikarta kali ini menyusul PMII Rayon FISIPOL Unikarta mengadakan RTAR.

Ada dua calon kuat untuk menjadi ketua PMII Rayon FISIPOL Unikarta yaitu sahabati Ilmawati dan Venda Anggraini. Duo kartini muda PMII ini mewarnai persaingan dengan visi terbaik untuk PMII Rayon FISIPOL Unikarta. RTAR yang berlangsung di sekretariat PC. PMII Kukar ini pun berhasil menetapkan sahabati Ilmawati sebagai ketua PMII Rayon FISIPOL Unikarta untuk masa khidmat 2017-2018 dengan visi yang dibawa yaitu membangun asas kebersamaan dan kekeluargaan antara sesama anggota rayon maupun anggota PMII.

Wednesday, January 11, 2017

Aung Kecil Nahkodai PMII Rayon FKIP Unikarta

Regenerasi PMII Kutai Kartanegara terus berjalan pada tingkat kepengurusan. Mengingat PMII merupakan organisasi pengkaderan yang terus bergerak, maka tepat pada Selasa, 10 Januari 2016 PMII Rayon FKIP Ki Hajar Dewantara Unikarta melaksanakan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR). Hal tersebut merupakan permusyawaratan tertinggi pada kepengurusan PMII Rayon FKIP Unikarta untuk menentukan rekomendasi-rekomendasi serta memilih Ketua PMII Rayon FKIP Unikarta untuk masa khidmat 2017-2018.

Saturday, August 20, 2016

PC PMII Kutai Kartanegara Menggelar Lomba Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI ke-71. Apa Makna Kemerdekaan Bagimu?


Tenggarong, 20 Agustus 2017. Mungkin sudah menjadi rutinitas tahunan jika setiap tanggal 17 Agustus. Bangsa Indonesia pasti akan merayakannya dengan berbagai perlombaan yang semarak. Bertempat di Sekretariat PC PMII Jln. Loa Ipuh RT.16 No.30 , PMII KUKAR juga ikut merayakan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-71, dengan menggelar beberapa perlombaan untuk anak-anak. Masyarakat sekitar begitu mengapresiasi acara ini terbukti, sekitar 60 anak-anak mulai dari TK, SD, hingga SMP turut berpartisipasi, serta para orang tua peserta pun ikut menyaksikan dan menyemangati anak-anak mereka dan beberapa pengendara motor juga ikut meminggirkan kendaraanya hanya untuk menyaksikan perlombaan yang kami adakan.

Sunday, August 14, 2016

Reuni Akbar dan Pelantikan PW IKA PMII Prov. Kalimantan Timur


Reuni Akbar dan Pelantikan PW IKA PMII Provinsi Kalimantan Timur

Tenggarong, 14 Agustus 2016. Reuni Akbar & Pelantikan PW IKA PMII Provinsi Kalimantan Timur dengan tema "Memperkokoh Komitmen Alumni PMII Membangun KALTIM dan NKRI" berlangsung Sabtu (13/8), di Gedung Olah Bebaya Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim. Pada Musyawarah Wilayah (Muswil) II Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kaltim yang berlangsung di Hotel Mesra Samarinda, pada 16-17 April 2016 telah menghasilkan kepengurusan baru. Rusman Yakub sebagai Ketua Umum dengan Syafruddin sebagai  Sekretaris Umum. Reuni akbar yang baru pertama kali dihelat ini di Kaltim ini, juga dirangkai dengan agenda pelantikan Pengurus IKA Alumni Kaltim periode 2016-2021.

Saturday, August 13, 2016

Mari Bergabung Bersama PMII

Mari Bergabung Bersama PMII Kutai Kartanegara

Tenggarong, 13 Agustus 2016.
Selamat datang di Universitas Kutai Kartanegara

Kuliah layaknya anak kecil yang baru saja lahir,
menangis, mendengar, merasa, melihat, dan menikmati segala asuhan yang diberikan oleh Ibunda kebudayaan dunia.

Wednesday, March 9, 2016

PMII KUKAR LUNCURKAN APLIKASI WEB ANDROID

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Pergerakan...
seiring perkembangan zaman teknologi semakin maju, dari rata-rata pemuda dan pemudi menggunakan smartphone dan kini PMII KUKAR meluncurkan aplikasi web yang bisa sahabat-sahabat instal di smartphone kesayangan sahabat-sahabat sekalian untuk terus update kegiatan-kegiatan sosial serta internal PMII KUKAR untuk bisa mendapatkan apilkasi tersebut sahabat-sahabat bisa download langung DI SINI
 Untuk cara penginstalan ikuti langkah-langkah Berikut

1. Masuk Ke Menu SETTING

2. Pilih Security atau Keamanan

3. Centang kotak "Unknown Sources atau Sumber Tidak Dikenal"
Dan lihat aplikasi di smartphone sahabat-sahabat. langsung saja Download aplikasinya
Wallahul Muwafieq ilaa Aqwa Mitthariq
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Monday, January 25, 2016

MITRA KUKAR TOREHKAN SEJARAH BARU SEPAK BOLA

JAKARTA, Mitra Kukar menang 2-1 atas Semen Padang pada laga final Piala Jenderal Sudirman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (24/1/2016).
Naga Mekes menjadi juara berkat gol Michael Orah dan Yogi Rahadian. Dua gol mereka membalikkan kedudukan setelah Semen Padang unggul pada babak pertama melalui Adi Nugroho, tetapi harus bermain dengan 10 pemain sejak menit-menit awal babak kedua.
Pada laga ini, Semen Padang langsung mengambil inisiatif penyerangan dan bermain agresif pada babak pertama. Kondisi lapangan yang basah akibat hujan tak mengurangi intensitas serangan mereka.

Friday, January 22, 2016

WASPADA PMII DI POLITISIR

PMII lagi-lagi dihadapkan dengan wajah politik tak mampu berkutik. Suara rakyatpun dipenjarakan untuk segenap kepentingan pengamanan.

Dalam perkembangan zaman banyak sekali kontestasi-kontestasi lembaga yang ingin menduduki sebuah puncak. Untuk menujukkan eksistensi tentunya dalam menarik massa sehingga lupa akan kewajibannya sebagai apa.?

PMII yang kita kenal sebagai organisasi kaderisasi bukan organisasi massa di mana didalamnya terdapat beribu-ribu mahasiswa dengan ideologi ahlussunnah waljamaah. Kini menjadi sasaran empuk bagi politisi-polotisi untuk mengamankan dunia pemerintahan yang sedang duduk di singgasananya.

Monday, January 18, 2016

Bagaimana Tangan Robot Tawan Mencengangkan Sekaligus Meragukan? Peneliti Mengungkapnya

Seminggu terakhir, Indonesia dihebohkan oleh inovasi dari warga Karangasem, Bali, I Wayan Sutawan. Bagaimana tidak heboh? Pria lulusan SMK yang berprofesi sebagai juru las tersebut menciptakan robot tangan yang diklaim menggunakan  teknologi  electroencephalography (EEG), inovasi yang bahkan tak setiap doktor bidang robotika mampu melakukannya.

Sunday, January 17, 2016

Teror dan Sudut Pandang Yang Hilang

Jelang siang, 14 Januari 2016, segerombolan teroris kembali menghentak publik di Jakarta. Sontak, media massa kemudian jor-joran memberitakan. Para pengamat mengulitinya. Para pejabat negara mengutukinya. Organisasi-organisasi keagamaan mengecamnya. Juga masyarakat luas, terutama di medsos, orang ramai mencaci-makinya. Tak lupa, pernyataan belasungkawa juga mengalir deras kepada korban. Nyaris semuanya itu atas nama kemanusiaan!
Oleh karena itu, harus kita akui bahwa di titik ini para teroris berhasil. Setidaknya, eksistensi mereka benar-benar diakui khalayak. Dalam pemberitaan bahkan berhasil meminggirkan isu-isu lain (yang sesungguhnya tak kalah penting).
Lantas, setelah festival caci-maki dan tebaran kebencian buat para teroris berlangsung, seperti biasa, ada pesan yang hendak disampaikan para teroris yang seringkali luput (atau sengaja ditutupi) dari amatan kita. Luput masal itu, sebab akal sehat kita tertutup oleh amarah dan kebencian. Sementara di sisi lain tentu akan berbahaya jika khalayak membaca terorisme dari perspektif kelas sosial, karenanya analisis kelas harus ditutupi serapat mungkin.

Friday, December 25, 2015

PMII BANTU KORBAN MUSIBAH KEBAKARAN


TENGGARONG - Tanggal 23 - 24 Desember Puluhan anggota dan kader PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII) Melakukan aksi penggalangan dana terhadap korban musibah kebakaran yang berada di Loa Tebu keluarahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong.

 Aksi solidaritas ini dilakukan sebagaimana salah satu tanggung jawab peran dan fungsi mahasiswa sebagai fasilitator dan mobilisator terhadap masyarakat dan sesuai dengan ajaran ideologi kami Ahlussunnah Wal Jama'ah (ASWAJA) yaitu "sebaik-baik manusia adalah manusia yang dapat

Tuesday, December 22, 2015

KORP PMII PUTRI BAGI 500 BUNGA HARI IBU


TENGGARONG - Senin, 22 Desember 2015 KORP Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri Melakukan aksi damai dengan memberikan 500 bunga dan ucapan selamat hari ibu. Ini merupakan salah satu bentuk keperdulian kami terhadap ibu-ibu yang ada di seluruh indonesia.

Dengan memperingati hari ibu kami mengangkat tema "DARI KORP PMII PUTRI UNTUK SELURUH IBU INDONESIA" dengan aksi damai ini juga di dampingin kader dan anggota laki-laki.

KORP PMII PUTRI PERINGATI HARI IBU
































Monday, November 9, 2015

PERJUANGAN KARYAWAN BERBUAH SURAT

Tenggarong- Menjelang awal bulan ke delapan, karyawan yang belum mendapatkan haknya, para karyawan mulai geram terhadap PT Fajar Bumi Sakti (FBS) yang tak pernah menepati janji kepada karyawan, Dari hasil rapat pada Senin (9/11/2015) di ruang Asissten 1 pemerintahan kabupaten Kutai Kartanegra, PT FBS hanya mengirimkan surat pemberitahuan bahwa akan dibayar selambat lambatnya tanggal 16 November 2015 nanti." Kami sebagai Perwakilan Buruh sudah cukup sabar terhadap PT. FBS dan pemerintah untuk memfasilitasi kami, tapi yang kami dapatkan hanyalah Jambu (Janji Busuk)," tegas Pak nur Mulku selaku pengurus serikat buruh.

Bukan hanya Karyawan yang sudah bosan dengan janji-janji yang diberikan, namun Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang membantu Karyawan yang di

Wednesday, October 28, 2015

PMII dampingi Buruh Tuntut Haknya



TENGGARONG - Ratusan buruh dan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Jalan KH. Akhmad Muksin Tenggarong.

Selasa (27/10/2015) Terhitung dari jam 9 sampai jam 4 sore massa buruh di dampingi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi demonstrasi terkait perusahaan PT. FBS (Fajar Bumi Sakti) yang tidak bertanggung jawab dan melalaikan kewajibannya untuk membayar upah/gaji dan pesangon untuk para buruh.

Dalam tuntutannya, massa buruh dan mahasiswa kembali mendesak pemerintah untuk segera mengahadirkan direksi/manager dari pihak perusahaan.
Mereka menganggap pemerintah terlalu lemah sampai tidak bisa menghadirkan pihak perusahaan.

Mahasiswa dan kalangan buruh menilai hal itu adalah bentuk perampasan hak serikat pekerja. "Kami meminta agar pemerintah memperhatikan apa yang menjadi tuntutan kami. Karena kami sudah tidak